Halal bi Halal dan pertemuan rutin Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Cabang Delanggu

DELANGGU — Pimpinan ranting se-Cabang Delanggu menggelar pengajian bertema Halal bi Halal dan Risalah Islam Berkemajuan pada Jumat (10/4/2026) pukul 20.00 WIB di Masjid Hikmah Tlobong. Kegiatan ini menghadirkan H. Supriyanta sebagai pembicara utama.
Pengajian tersebut menjadi momentum silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus penguatan pemahaman keislaman bagi warga Muhammadiyah di wilayah Delanggu. Dalam penyampaiannya, Supriyanta menekankan pentingnya menjaga tradisi Halal bi Halal sebagai sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat komitmen dakwah di tingkat ranting.
Ia menjelaskan, tradisi Halal bi Halal memiliki akar kuat dalam budaya silaturahmi Idulfitri di Indonesia dan telah tumbuh sejak masa awal gerakan Muhammadiyah yang dirintis Ahmad Dahlan pada awal abad ke-20. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang memperbaharui semangat kebersamaan serta memperkuat peran persyarikatan dalam masyarakat.
Selain membahas Halal bi Halal, pengajian juga mengangkat tema Risalah Islam Berkemajuan. Materi ini menekankan Islam sebagai agama tauhid yang mencerahkan, menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, membawa rahmat bagi semesta, mendorong kemajuan peradaban, serta berorientasi pada keadilan sosial.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sekaligus meningkatkan peran aktif warga Muhammadiyah dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial di masyarakat.
Supriyanta secara detail juga menjelaskan Risalah Islam Berkemajuan merupakan gagasan pemikiran yang dirumuskan oleh Muhammadiyah sebagai panduan memahami dan mengamalkan Islam secara maju, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta peradaban. Berikut lima pokok risalahnya.
- Islam sebagai Agama Tauhid yang Mencerahkan
Islam Berkemajuan menegaskan tauhid sebagai fondasi utama kehidupan. Tauhid tidak hanya dimaknai sebagai keyakinan kepada Allah, tetapi juga melahirkan sikap hidup yang bebas dari kemusyrikan, takhayul, dan praktik yang tidak rasional. Tauhid mendorong manusia menjadi pribadi yang merdeka, berilmu, dan berakhlak mulia. - Islam yang Menjunjung Tinggi Ilmu Pengetahuan
Islam Berkemajuan memandang ilmu sebagai kunci kemajuan peradaban. Umat Islam didorong untuk menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan ilmu, umat mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya saing. - Islam yang Membawa Rahmat bagi Semesta
Risalah ini menekankan bahwa Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin. Nilai kasih sayang, keadilan, toleransi, dan perdamaian harus diwujudkan dalam kehidupan sosial. Umat Islam diharapkan menjadi pelopor kerukunan, kemanusiaan, serta kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang. - Islam yang Mendorong Kemajuan Peradaban
Islam Berkemajuan mengajak umat untuk aktif membangun peradaban modern yang berkeadaban. Prinsip kerja keras, disiplin, inovasi, dan etos profesional menjadi bagian penting. Umat Islam tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam kemajuan bangsa dan dunia. - Islam yang Berorientasi pada Keadilan Sosial
Risalah terakhir menegaskan pentingnya menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan. Islam Berkemajuan mendorong pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta pembelaan terhadap kelompok lemah. Dengan demikian, nilai-nilai Islam hadir nyata dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.





