dr. Halifah Haris Resmi Dilantik sebagai Direktur RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Perkuat Layanan Islami dan Transformasi Digital

DELANGGU, 30 Mei 2026 – Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Delanggu resmi memiliki nahkoda baru. dr. Halifah Haris, Sp.A., yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur, kini resmi dilantik sebagai Direktur definitif berdasarkan Surat Keputusan Nomor 14/KEP/II.0/D/2026.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Delanggu, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PCM Delanggu, serta jajaran direksi holding rumah sakit Muhammadiyah.
Dalam laporan pertanggungjawabannya sebelum pelantikan, dr. Halifah memaparkan berbagai capaian rumah sakit selama periode tahun 2025 hingga April 2026. Sepanjang tahun 2025, RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tercatat melayani sebanyak 10.640 pasien rawat inap dan 92.602 pasien rawat jalan.
Ketua PCM Delanggu, Prof. Dr. H. Harun, S.H., M.H., menilai tingginya angka kunjungan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
Selain peningkatan jumlah pasien, rumah sakit juga terus melakukan transformasi layanan melalui implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi penggunaan kertas (paperless), sehingga mendukung pengelolaan data yang lebih akurat dan pelayanan yang lebih cepat.
“Meski masih menghadapi tantangan, terutama terkait stabilitas jaringan internet, implementasi SIMRS akan terus dioptimalkan demi peningkatan mutu layanan,” ujar dr. Halifah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MPKU PCM Delanggu, H. Muhamad Sisruwadi, S.E., M.K.M., menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah tidak semata-mata berorientasi pada aspek bisnis, melainkan juga menjadi sarana dakwah dan ibadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia menyampaikan empat pesan strategis kepada direktur yang baru dilantik, yakni menjaga mutu dan keselamatan pasien, memperkuat budaya kerja Islami yang berlandaskan amanah, kejujuran, dan keikhlasan, meningkatkan kemandirian melalui inovasi manajemen, serta memperkuat sinergi dan kerja sama tim.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Holding Rumah Sakit Muhammadiyah, dr. Ma’mun Sukri, MPH., FISQua., mengingatkan pentingnya pengabdian penuh waktu dalam mengelola rumah sakit. Menurutnya, tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks membutuhkan kepemimpinan yang fokus dan profesional.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan amal usaha kesehatan Muhammadiyah. Saat ini terdapat enam rumah sakit yang berada dalam satu holding, dan jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring perkembangan persyarikatan di masa mendatang.
Sebagai bagian dari prosesi pelantikan, dr. Halifah Haris menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah jabatan secara disiplin, jujur, transparan, dan akuntabel. Dalam dokumen tersebut, ia juga menyatakan kesiapan untuk menerima sanksi apabila terbukti melanggar peraturan perundang-undangan maupun ketentuan persyarikatan.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Chotib, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara manajemen rumah sakit dan pimpinan persyarikatan Muhammadiyah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul, Islami, dan berkemajuan.
Reporter: Mas Imin





