BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan RS Muhammadiyah ‘Aisyiyah Jateng-DIY: Fokus pada Layanan Berbasis Nilai

DELANGGU– Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prijowasito, Sp.JP(K), M.M., melakukan kunjungan strategis ke RSU PKU Muhammadiyah Delanggu dalam rangka mempererat kerja sama dengan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Pertemuan ini menjadi momentum penting mengingat kontribusi besar Muhammadiyah dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.
Kontribusi Strategis RS Muhammadiyah
Dalam presentasinya, Direktur Holding RS Muhammadiyah Delanggu, Dr. Muhammad Makmun Sukri, mengungkapkan bahwa terdapat 56 rumah sakit di Jawa Tengah dan 8 rumah sakit di DIY, yang secara total mencakup 50% dari seluruh jumlah RSMA di Indonesia. Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap layanan BPJS di RS Muhammadiyah sangat signifikan, di mana 85% hingga 90% pasien yang dilayani adalah peserta BPJS Kesehatan. Muhammadiyah juga terus berinovasi melalui sistem holding dan akuisisi rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Transformasi Layanan: Dari Volume ke Nilai
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Dr. Prijowasito, menekankan adanya transformasi besar dalam sistem pembiayaan kesehatan. BPJS Kesehatan kini mengarahkan kebijakan dari sistem berbasis volume (volume-based) menuju layanan berbasis nilai (value-based care).
“Mutu itu ada tiga: gunakan standar, pasien selamat, dan pasien puas,” tegas Dr. Prijowasito di hadapan para direktur rumah sakit. Ia juga mengungkapkan bahwa dari total iuran yang terkumpul sebesar 190 triliun rupiah per tahun, sekitar 87% dialokasikan untuk pembiayaan di rumah sakit. Oleh karena itu, penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai gatekeeper sangat diperlukan untuk menekan angka rujukan yang tidak perlu.
Ideologi Kerja Sama dan Wacana Kepesertaan Mahasiswa
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah, termasuk BPJS Kesehatan, bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari ideologi Muhammadiyah untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan bangsa.
Selain aspek pelayanan medis, pertemuan ini juga memunculkan wacana strategis terkait kepesertaan. Mengingat banyaknya universitas di bawah naungan Muhammadiyah, muncul harapan agar universitas-universitas tersebut mewajibkan mahasiswa menjadi peserta BPJS aktif sebagai bentuk perlindungan kesehatan sekaligus mendukung keberlangsungan program JKN.
Penutup dan Peninjauan Lapangan
Acara audiensi ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata, doa bersama untuk kemajuan kesehatan bangsa, dan kegiatan hospital tour oleh Direksi BPJS Kesehatan untuk meninjau langsung fasilitas di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisir miskomunikasi di lapangan serta memastikan pasien mendapatkan layanan berkualitas sesuai standar medis yang berlaku.
(Reporter mas Imin)





